Tampilkan postingan dengan label artikel teknikal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel teknikal. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Oktober 2014

Ritel Jepang Meningkat Bulan Lalu


Dalam sebuah laporan Kementerian perdagangan ekonomi dan industri, penjualan ritel naik ke tingkat tahunan secara musiman disesuaikan 2,3% dari 1.2% bulan sebelumnya.
Para pelaku pasar mengharapkan penjualan ritel turun pada tingkat tahunan 0.6% bulan lalu.
Pasca dirilsinya data tersebut, USDJPY menguat 0.04% di level 107.85
Read More

AUD bangkit menjelang FOMC


Pada perdagangan valuta asing di hari Selasa(28/10) mata uang dolar Australia telah diperdagangkan di level tinggi 2 minggu terhadap dolar AS, ketika permintaan untuk greenback mulai melemah menjelang pernyataan kebijakan the Fed pekan ini.
Selama berlangsungnya perdagangan, AUDUSD diperdagangkan menguat 0.33% di level 0.8831.
Pasangan mempunyai level support di level 0.8746, dan level resistant di level 0.8865.
Greenback masih pada wilayah negatif di tengah kekhawatiran bahwa tanda-tanda terbaru dari perlambatan pertumbuhan di Eropa dan Tiongkok dapat mendorong bank sentral AS untuk tetap berhati-hati terhadap prospek kebijakan moneter.
Data pada Senin menunjukkan bahwa kepercayaan bisnis Jerman turun ke level terendah sejak Desember 2012 bulan ini menambah kekhawatiran atas prospek pertumbuhan kuartal keempat dalam perekonomian terbesar di kawasan euro.
The Fed kemungkinan akan mengumumkan kesimpulan dari program aset stimulus pembelian, yang dikenal sebagai pelonggaran kuantitatif pada Rabu, tetapi juga diharapkan untuk meyakinkan pasar bahwa suku bunga akan tetap stabil untuk beberapa waktu ke depan.
Dolar Australian juga diperdagangkan menguat terhadap euro, dengan EURAUD melemah 0.22% di level 1.4395.

Read More

Impor Jerman Naik


Sebuah data resmi yang dirilis pada hari Selasa(28/10) menunjukan bahwa indeks harga import Jerman telah alami peningkatan di kuartal terakhir.
Menurut laporan dari Destatis, indeks harga impor Jerman telah naik menjadi 0.3% yang disesuaikan secara musiman, dari -0.1% di kuartal sebelumnya.
Pasar perkirakan indeks harga Jerman untuk stabil di -0.1% di kuartal terakhir.
Read More

Pasar Komoditi Menunggu FOMC



Harga emas merosot di awal sesi Asia, gagal untuk mempertahankan momentum sesi akhir pekan lalu saat mencoba melakukan pemulihan. Pekan ini perdagangan emas akan diwarnai banyak laporan pendapatan perusahaan dan data ekonomiSebuahpertemuan penting dari Federal Reserve yang dijadwalkan untuk mengumumkan akhir dari program stimulus pembelian obligasipada Kamis dini harijuga dapat mempengaruhi harga dari logam kuning iniEmas turun 2,50 sen untuk menetap di $1,222.50 per ounce.
Sementara itu harga minyak sempat turun pada sesi kemarinsetelah Goldman Sachs memangkas perkiraan untuk harga,memprediksi harga minyak mentah West Texas Intermediate akan turun ke $75 per barelDi New York Mercantile Exchange,minyak mentah light-sweet meluncur 35 senatau 0,4%, ke $ 80,66 per barel setelah merosot secara singkat di bawah $79.45.Minyak mentah Brent di bursa ICE Futures London turun 75 senatau 0,9%, ke $85,38 per barel.
Analis Goldman memajukan prospek bearish harga minyak mentah untuk jangka menengah mereka, karena mereka memprediksiminyak mentah WTI akan turun ke $75 per barel untuk kuartal pertama 2015 dan paruh kedua 2015. Mereka memangkas proyeksi Brent sebesar 15%, menjadi US $85 per barrel, dari $100 per barrelUntuk 2016 dan jangka panjang perkiraan merekauntuk harga minyak WTI adalah $80 per barel dan $90 per barel untuk Brent.Goldman juga melihat pada 2015 kelebihan pasokanpasar minyak global telah meningkat.
Untuk  minggu inipasar keuangan dan komoditas akan difokuskan pada data ekonomi AS dan keputusan Federal Reserve padakebijakan pelonggaran kuantitatif. Kekuatan dolar AS dibandingkan dengan mata uang lainnya akan mempengaruhi permintaanminyak mentah.
Read More

Senin, 08 September 2014

GBPUSD butuh Momentum Besar untuk menutup GAP


Sentimen negatif yang sangat besar terhadap GBPUSD pasca polling tentang kemerdekaan Skotlandia terus menggerus pair ini hingga sempat berada di 1.6102 sebelum berbalik melakukan rebound intraday ke 1.6186. Rebound tersebut tidak berarti banyak bagi kondisi bearish saat ini.

GBPUSD akan membutuhkan momentum naik yang besar untuk menutup gap yang terjadi. Tanpa penutupan pada grafik harian di atas 1.6328, GBPUSD masih terlalu berisiko untuk terpukul lagi apalagi momentum turun jangka menengah tampak mengincar level 50% Fibonaci di 1.6000. Sebelumnya, GBPUSD juga harus bisa bergerak stabil di atas zona 1.6250 agar peluang menutup gap semakin besar.
Read More

Minggu, 07 September 2014

Mengapa Menggunakan EA (Bag. 2)

Selain strategi, psikologi, dan money manegement yang baik, broker juga menentukan keberhasilan dalam bertrading. Broker yang curang, tentu saja akan menggagalkan semua persiapan baik anda. Untuk itu, bijaklah dalam memilih sebuah broker.
Eksekusi order no requotes, spread rendah, koneksi yang stabil. Dan tentu saja kemudahan dan kecepatan withdrawal (bukan hanya depositnya secepat kilat, tapi withdrawal butuh berhari-hari), ikut menentukan keberhasilan kinerja sebuah sistem trading, baik manual maupun otomatis.
Ada beberapa broker yang melarang menggunakan ea di platform mt4 nya. Menurut hemat saya, jauhi saja jenis broker semacam ini. Karena jelas, seprofitable apapun strategi anda, bisa dipastikan akan kalah dengan mereka. Kenapa? karena sudah jelas order anda akan dicurangi. Entah itu ketika TP tidak bisa diclose (requotes), atau SL yang terlalu cepat dan lancar menyambar (personal experience penulis).
EA karena diprogram berjalan otomatis dan cepat, memerlukan vps. Dengan vps, kita tidak perlu menghidupkan pc atau laptop seharian. Cukup dengan memantau dari hp berandroid yang terpasang mt4 kita bisa real time melihat kinerja ea yang menghasilkan profit secara 24 jam.
Dalam hal expected gain (harapan pencapaian hasil) sebuah ea, tentunya tidak akan bisa dipastikan. Kenapa? Karena memang pergerakan market juga tidak pasti. Market mengenal beberapa sesi, diantaranya, trending, sideways, dan countertrend. Meski expected gain sebuah ea tidak bisa dipastikan, namun tentu saja, bisa diperkirakan. Karena layaknya sebuah sistem yang sudah diuji coba, tentu hasil itulah yang menjadi harapannya.
Riset EA kami, melalui beberapa tahapan (fase). Pertama sekali adalah backtest, kemudian cent account, selanjutnya ke standar account. Masing-masing fase ditempuh dalam minimal waktu 3 bulan.
Pada akhirnya semua keputusan tetap di tangan anda. Konsistensi dan ketahanan modal tetap merupakan elemen penting dalam dunia trading. Dan tentu saja dengan menggunakan ea dari kami, support dan update dari kami akan selalu anda dapatkan.
Regards,
Wisefx
Read More

Sabtu, 06 September 2014

Mengapa Menggunakan EA (Bag.1)

Faktor psikologi dalam bertrading seringkali disepelekan. Karena memang halus dan invisible. Padahal sudah banyak ekses negatif yang terjadi dikarenakan adanya instabilitas psikologi dan emosi dalam menghadapi market yang memang tidak bisa serta merta menuruti kemauan dan feeling serta pemikiran kita.
Kondisi psikologi yang terbawa emosi, ditambah dengan pengaturan money management yang tidak terukur menyebabkan safety dalam bertrading menjadi terkesampingkan.
Ujung-ujungnya tentu bisa ditebak : over trade. Selanjutnya, meskipun balance mungkin bertambah, namun equity menjadi tergerus, dan hanya berharap dengan harga balik arah (menurut pemikiran dan perasaan kita saja).
Fikiran dan perasaan terkuras. Fokus dan obyektifitas dalam melihat chart sudah tidak dalam koridor "in the zone" lagi. Dan akhirnya MC lagi.
Dengan menggunakan EA yang telah didesain sedemikian rupa. 2 faktor penting diatas sudah bisa diantisipasi. Psikologi dan money management. 2 faktor vital yang malah seringkali disepelekan. Dan karena EA kami juga sudah melalui tahap riset yang memakan waktu (dan biaya juga tentunya), maka setidaknya setting EA telah kami setup agar bisa survive dan adaptif terhadap pergerakan market yang semakin lebar dan volatile akhir-akhir ini.
Oleh karenanya kami sangat tidak menganjurkan EA di intervensi dan digabung open posisinya dengan sistem trade lain, karena ini berkaitan dengan ketahanan modal akun itu sendiri.
(Bersambung)
Read More

Selasa, 02 September 2014

Down Theory (Bagian 1)


Umurnya sudah lebih dari 100 tahun dan teori ini telah banyak dijadikan dasar dalam melakukan analisa teknikal. Teori Dow diformulasikan dari serangkaian artikel di Wall Street Journal yang digawangi oleh Charles H. Dow dari 1900 sampai 1902, dimana ia meninggal dunia. Editorial dan artikel ini menggambarkan keyakinan Dow mengenai bagaimana pasar saham berperilaku dan bagaimana pasar dapat dijadikan ukuran dalam melihat lingkungan bisnis.  Dow belum sempat menerbitkan teori lengkapnya terhadap pasar, tetapi beberapa rekan dan pengikutnya telah mempublikasikan hasil kerjanya yang telah diperluas ruang lingkupnya.  Dow yakin bahwa pasar saham secara keseluruhan adalah sebuah patokan yang terpercaya mengenai kondisi bisnis didalam ekonomi dan dengan menganalisa keseluruhan pasar, seseorang dapat dengan akurat melihat kondisi tersebut dan mengidentifikasi arah pergerakan pasar.
Teori pertamanya ia gunakan untuk membentuk Dow Jones Industrial Index dan Dow Jones Rail Index (sekarang indeks transportasi), yang sebenarnya dikumpulkan oleh Dow untuk Wall Street Journal. Dow menciptakan indeks-indeks ini karena ia merasa mereka adalah gambaran akurat dari kondisi bisnis didalam ekonomi karena mereka mencakup dua segmen ekonomi utama yaitu industri dan transportasi. Walaupun indeks-indeks tersebut telah mengalami banyak perubahan dalam 100 tahun terakhir, teorinya masih digunakan pada indeks pasar saat ini.  Banyak dari alat analisa teknikal yang kita kenal saat ini memiliki dasar dari teori Dow. Karena alasan ini, pelaku pasar dan trader seharusnya mengetahui enam elemen dasar dari Dow Theory yaitu:

1. Pasar Mendiskon Apapun

Elemen mendasar pertama dari teori Dow mengemukakan bahwa semua informasi, baik saat ini, masa lalu bahkan masa depan, telah didiskon atau diserap kedalam pasar dan tercermin pada harga saham dan indeks.  Informasi tersebut termasuk semuanya mulai dari emosi  investor sampai ke data inflasi atau data ekonomi lainnya, juga pengumuman laporan keuangan perusahaan yang akan dibuat setelah pasar tutup. Berdasarkan asumsi ini, informasi yang tidak termasuk adalah sesuatu yang tidak diketahui seperti bencana alam. Tetapi bahkan resiko dari kejadian tersebut telah diserap kedalam pasar.
Penting untuk diingat bahwa ini tidak menggambarkan kemampuan dari pelaku pasar atau bahkan pasar itu sendiri untuk mengetahui kejadian di masa depan. Lebih kearah, dalam beberapa periode waktu, semua faktor yang telah terjadi dan diekspektasi akan terjadi telah diserap oleh pasar. Seiring adanya perubahan, seperti resiko pasar, pasar menyesuaikan hal ini dengan harga, merefleksikan informasi baru.  Ide bahwa pasar mendiskon apapun sebenarnya bukan hal baru bagi analis teknikal, karena ini adalah dasar yang digunakan oleh banyak alat analisa teknikal. Karenanya, dalam analisa teknikal, seseorang hanya perlu melihat pergerakan harga, dan tidak faktor lain seperti neraca keuangan.


Seperti analisa teknikal utama lainnya, teori Dow sangat berpatokan pada harga. Namun, teori Dow lebih menitikberatkan pada pasar secara keseluruhan daripada hanya beberapa saham tertentu. Jadi teori Dow ini menitikberatkan pada analisa pasar secara keseluruhan melalui pergerakan harga sebuah indeks saham dari pasar modal. Juga patut diperhatikan bahwa teori Dow ini berfokus pada pergerakan harga dan tren indeks, implementasi juga bisa digabungkan dengan elemen analisa fundamental. Walaupun begitu banyak pihak mengatakan bahwa teori Dow lebih cocok sebagai alat analisa teknikal.

2. Pasar 3 tren

Bagian penting dari teori Dow adalah mengenali arah pasar secara keseluruhan. Untuk bisa melakukan ini, teori Dow menggunakan analisa tren. Nah, dengan begitu anda harus mengerti terlebih dahulu mengenai metode analisa garis tren. harga memang bergerak dalam sebuah arah umum tetapi bukan berarti harga bergerak dalam garis lurus. harga akan cenderung membentuk harga tertinggi (peak) lalu kemudian membentuk low (trough), tetapi akan cenderung bergerak dalam satu arah.  Umumnya tren dibagi menjadi tiga jenis, yaitu naik (uptrend), turun (downtrend), dan menyamping (sideway trend). Agar pergerakan harga bisa diklasifikasikan sebagai sebuah tren naik, pembentukan harga tertinggi (peak) baru harus bisa lebih tinggi dari peak sebelumnya dan ketika pergerakan harga tersebut membentuk low (trough), trough ini tidak boleh melewati trough sebelumnya. Berlaku sebaliknya untuk tren turun.


Teori Dow mengidentifikasi tiga jenis tren dalam pasar yaitu primer, sekunder, dan minor. Sebuah tren primer adalah tren yang paling besar dan bertahan lebih dari satu tahun, sedangkan tren sekunder adalah tren menengah yang bertahan tiga minggu sampai tiga bulan dan sering diasosiakan sebgai pergerakan yang berlawanan dengan tren primennya. Dan yang teakhir, tren minor, bertahan kurang dari tiga minggu dan diasosiasikan sebagai pergerakan didalam tren menengah.
(bersambung)




Read More

Contact Us

Hubungi kami agar kami bisa segera membantu Anda



Designed By Blogger Templates